Chiang Mai terletak di utara Thailand lebih dari satu jam penerbangan dari Bangkok. Biasanya wisatawan pemula akan lebih memilih Phuket di daerah selatan daripada berkunjung ke Chiang Mai. Namun, Chiang Mai menawarkan kota di kaki gunung yang hijau, sejuk, bahkan dingin saat negara-negara di utara melewati musim dingin. Konon, Chiang Mai memiliki logat bahasa Thai dan menu makanan yang berbeda dengan apa yang biasanya didengar dan dinikmati oleh penduduk di daerah tengah dan selatan. Dan inilah yang menjadi salah satu daya tarik untuk berkunjung ke Chiang Mai.

Kota Yang Tenang

Berbeda dengan Bangkok yang selalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari penduduknya, kamu akan mendapatkan suasana yang jauh berbeda sesaat setelah mendarat di kota ini. Suasananya jauh lebih tenang dan santai seakan waktu berjalan sedikit lambat. Chiang Mai menawarkan banyak pilihan akomodasi dari resor-resor mewah sampai dengan hotel-hotel berbintang lainnya yang sangat terjangkau. Sementara jika kamu berkunjung di hari Minggu, jangan lewatkan berkunjung ke Sunday Walking Street di dekat Kota Tua Chiang Mai. Mulai jam 4 sore, kamu dapat menikmati bermacam atraksi, kios-kios kerajinan lokal yang menarik, serta makanan pinggir jalan yang tidak kalah nikmatnya.

Berkunjung ke Kuil Emas di Atas Gunung 

Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Chiang Mai mengunjungi kuil ini karena rasanya belum ke Chiang Mai kalau belum mengunjungi Wat Prathat Doi Suthep. Letaknya di puncak gunung, kuil tersuci sekaligus tercantik di utara Thailand ini menyimpan relik suci Sang Budha. Coba datang di pagi hari ketika langit masih berlangit biru dan pantulan cahaya matahari di kuil keemasan ini akan menghasilkan momen dan imaji terbaik untuk diabadikan.

Bertemu Suku Hmong

Tidak jauh dari Kuil Emas di atas gunung, melewati jalan berlikuk di sisi bukit tinggi, kamu akan tiba di Hmong Hill Tribe Village, tempat lokasi desa Suku Hmong di sisi barat Chiang Mai. Panorama perbukitan dengan udara yang sejuk dan warna-warni kerajinan tangan yang dibuat oleh suku ini akan membuat kamu merasa sangat kerasan berada di tempat ini. Sementara itu jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati cita rasa khas yang ditawarkan di daerah ini karena itulah yang menjadikan kuliner di Thailand utara berbeda dari di tempat lain di negara ini.

Gajah, Gajah, dan Gajah

Tidak ada yang salah dengan gajah karena hewan ini adalah salah satu hewan yang pandai. Tapi ke Chiang Mai tanpa berkunjung ke salah satu penangkaran gajah rasanya ada yang kurang. Karena dengan berkunjung kamu turut membantu penyelamatan dan juga rehabilitasi gajah terlantar. Mae Sa Elephant Camp adalah salah satu penangkaran gajah dimana kamu dapat menikmati atraksi gajah-gajah menggambar dan bermain bola untuk menghibur para tamu. Jika berminat, Anda pun dapat menjadi mahout, sang pawang gajah atau kapan lagi kamu memiliki foto sambil menunggang gajah?

Ke Luar Kota Chiang Mai

Tidak jauh di utara Chiang Mai terletak Chiang Rai, sebuah kota dengan The White Temple atau Wat Rong Khun yang menjadi tujuan wisata paling terkenal. Kuil ini begitu memesona dengan bermacam pesan spiritual yang dilukiskan lewat ukiran-ukiran di tempat ini. Namun, jangan juga jangan lupa untuk mengunjungi The Golden Triangle yang menjadi tempat pertemuan tiga negara: Thailand, Laos, dan Myanmar saat bertemu di sudut Sungai Mekong. Berkunjung ke sini, berarti kamu sudah menginjak dua negara lain selain Thailand.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s